6 Cara Meningkatkan Efisiensi Operasional
6 Cara Meningkatkan Efisiensi Operasional
Setiap manajer ingin pabriknya berfungsi pada kinerja puncak.
Mereka ingin sedekat mungkin dengan "sempurna". Namun efisiensi bukanlah ilmu yang sederhana, dan banyak produsen merasa kesulitan untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu dan meningkatkan produktivitas dengan selisih yang signifikan.
Jika Anda sedang mencari metode untuk meningkatkan efisiensi operasional pabrik Anda, artikel ini akan menjadi referensi yang sangat baik ketika menerapkan perubahan di masa depan. Mari kita lihat enam cara untuk menyederhanakan organisasi Anda untuk membantunya mencapai potensi penuhnya dan membuat perbedaan besar. Dengan beberapa modifikasi, Anda dapat mencapai dan melampaui tujuan Anda.
1. Pemantauan Karyawan
Karyawan yang produktif menghasilkan pabrik yang produktif. Komitmen mereka terhadap perusahaan dan semangat kerja yang positif mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap efisiensi, dan Anda perlu memastikan bahwa mereka tidak hanya memperhatikan waktu. Dengan teknologi manajemen tenaga kerja, Anda dapat memantau upaya mereka.
Data yang dikumpulkan dari mesin dan aset lain seperti perangkat seluler akan memberikan indikasi yang baik mengenai produktivitas karyawan. Program seperti Layanan Visibilitas Operasional Zebra Technologies terhubung ke perangkat pekerjanya untuk memastikan bahwa mereka aktif. Anda tidak perlu berjalan di lantai sesering itu.
2. Sistem Eksekusi Manufaktur
Integrasi sistem eksekusi manufaktur dalam praktik Anda saat ini dapat memberikan hasil yang mengesankan. Keuntungan utama dari sistem ini adalah umpan baliknya yang real-time, yang memungkinkan manajer melakukan koreksi segera setelah mereka melihat adanya masalah. Kesadaran instan ini membantu waktu respons.
Sistem eksekusi manufaktur juga menyediakan data historis. Anda memiliki akses ke rekaman masalah kualitas, kinerja operator, alasan waktu henti, dan informasi lain yang akan membantu Anda dalam melakukan perbaikan. Sebuah sistem bahkan mungkin mengungkapkan pola yang sebelumnya tidak Anda sadari.
3. Pemeliharaan Preventif
Pendekatan proaktif jauh lebih baik daripada pengendalian kerusakan. Hal terakhir yang dibutuhkan seorang manajer adalah kegagalan fungsi tak terduga yang membahayakan jadwal mereka. Kegagalan peralatan dapat mengganggu produksi dan menyebabkan masalah serius, sehingga pemeliharaan preventif sangat penting dalam mempertahankan efisiensi.
Kurangnya perhatian terhadap pemeliharaan terbukti mahal, dan Anda tidak boleh berkompromi dalam hal ini. Jadwalkan inspeksi rutin untuk mesin Anda jika mesin Anda sering digunakan. Mengingat 98 persen bisnis mengalami kerugian lebih dari $100,000 dalam satu jam waktu henti, pencegahan sangatlah penting.
4. Insentif dan Tujuan Karyawan
Penelitian telah menunjukkan bahwa program insentif meningkatkan minat karyawan terhadap pekerjaan mereka. Jika ada suatu tujuan, orang akan meningkatkan output kinerja mereka sebesar 27 persen. Jika menawarkan hadiah sesuai anggaran Anda - tiket film yang dirilis baru-baru ini atau sekeranjang makanan, misalnya - Anda harus melakukan pembelian kecil itu.
Tidak perlu mengeluarkan biaya. Jika seorang karyawan memenuhi kuota tertentu, Anda dapat memberi mereka tempat parkir di dekat pintu masuk pabrik Anda. Bahkan catatan tulisan tangan menunjukkan bahwa Anda menghargai kerja keras mereka, memotivasi mereka untuk terus memberikan yang terbaik untuk organisasi.
5. Isi Ulang dan Pemesanan Ulang Otomatis
Melalui teknologi modern yang menggunakan sensor, manajer dapat menilai inventaris mereka secara real time. Mereka dapat menjaga dan mengelola stok mereka dengan identifikasi frekuensi radio, yang dapat memicu pengisian ulang dan pemesanan ulang secara otomatis pada tingkat konsumsi tertentu. Ini adalah penghemat waktu yang nyaman. Anda hanya perlu menghubungkan forklift, palet, peralatan, rak pintar, dan tas jinjing pintar bersama-sama dalam jaringan nirkabel. Ini mungkin memerlukan investasi dalam teknologi baru dan beberapa waktu untuk menyesuaikan diri dengan sistem yang asing, namun setelah Anda terbiasa dengan program ini, Anda akan melihat peningkatan.
6. Pemeriksaan Produk Berkinerja Buruk
Seorang manajer akan mempelajari kelemahan pabriknya melalui pemeriksaan terhadap lini produk yang berkinerja buruk. Ketika mereka memilah masalah kualitas produk, mereka dapat menelusurinya kembali ke sumber masalahnya dan berupaya menemukan solusinya. Solusi ini bahkan mempunyai potensi untuk diterapkan di tempat lain.
Jika Anda melihat cacat pada produk tertentu, Anda mungkin menemukan cacat tersebut di bagian lain pabrik. Anda harus memeriksa mesin Anda untuk melihat apakah Anda dapat membedakan masalah lain, yang kemudian harus Anda atasi. Setelah Anda memperhitungkan kekurangan ini, Anda harus memeriksa kembali kualitas produk.
Ini Bukan Ilmu Sederhana
Meskipun demikian, para manajer masih dapat meningkatkan efisiensi operasional pabrik mereka dengan enam saran yang tercantum di atas. Baik Anda memilih untuk menerapkan perubahan kecil seperti program insentif karyawan atau modifikasi yang lebih signifikan seperti teknologi pemantauan karyawan, Anda akan melihat perbedaannya.
"Sempurna" mungkin tampak mustahil, tetapi Anda bisa mendekatinya.

